RI-Belarusia Tingkatkan Kerja Sama Ristek dan Dikti

RI-Belarusia Tingkatkan Kerja Sama Ristek dan Dikti

RI-Belarusia Tingkatkan Kerja Sama Ristek dan Dikti

RI-Belarusia Tingkatkan Kerja Sama Ristek dan Dikti
RI-Belarusia Tingkatkan Kerja Sama Ristek dan Dikti

Sebagai bagian dari peringatan 25 tahun hubungan Republik Indonesia (RI) dan Belarusia,

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Meniristek Dikti) Mohamad Nasir mengadakan kunjungan ke Belarus pada 13-14 November 2018. Kunjungan itu bertujuan untuk meningkatkan kerja sama riset, teknologi, inovasi, dan pendidikan tinggi antara Indonesia dan Belarusia.

Dalam siaran pes KBRI Moskwa yang diterima di Jakarta, Sabtu (17/11) disebutkan, selama di Ibu Kota Belarusia, Minsk, Menristek Dikti melakukan serangkaian pertemuan dan kunjungan, antara lain membuka pertemuan ke-2 Kelompok Kerja Bersama RI-Belarusia bidang iptek dan dikti, pertemuan bilateral, dan menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kemenristek Dikti RI dan Kementerian Pendidikan Belarusia.

Dalam pertemuan ke-2 Kelompok Kerja Bersama di State Committee on Science and Technology Belarusia

, Menristek Dikti menyampaikan hubungan diplomatik RI dan Belarus telah memasuki tahun ke-25. Kedua negara mempunyai minat yang sama dalam mempersiapkan generasi milenial untuk menguasai iptek dan inovasi guna menuju bangsa yang mampu menghadapi tantangan global.

Kemenristek Dikti dan State Committee on Science and Technology Belarusia menyepakati rencana aksi bidang iptek dan inovasi pada 2019-2020. Menristek Dikti dan Dubes RI untuk Rusai dan Belarusia, M Wahid Supriyadi juga menyaksikan penandatanganan MoU di bidang dikti antara Kemristek Dikti RI dan Kementerian Pendidikan Belarusia oleh Sekretaris Jenderal Kemenristek Dikti, Ainun Na’im, dan Deputi Menteri Pendidikan Belarusia, Sergey Rudy di Belarusian State University.

Kerja sama dikti meliputi berbagai hal, seperti pengembangan kontak antara perguruan tinggi, pertukaran informasi

berbagai program dikti, perancangan program kurikulum, riset bidang dikti, pelaksanaan dialog, seminar dan dan konferensi bersama, serta program mobilitas pengajar dan pelajar. Kerja sama juga mencakup bidang perekayasa, pertanian, dan teknologi informasi.

Menristek Dikti didampingi Sekjen Ainun Na’im, Dubes Wahid, Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) LT Handoko, Rektor Institut Teknologi Bandung, Kadarsah Suryadi, serta Kepala Biro Kerja Sama dan Komunkasi Publik Kemenristek Dikti, Nada Marsudi.

Dubes Wahid mendukung pengembangan kerja sama iptek dan dikti antara Indonesia dengan Belarusia sebagai salah satu peluang kerja sama. Menurut Dubes Wahid, Belarusia merupakan salah satu negara pecahan Uni Soviet yang memiliki tingkat kemajuan iptek yang cukup tinggi.

“Di antara teknologi maju yang dikembangkan Belarusia antara lain teknologi pertanian, energi, informasi, kesehatan, sosial dan humaniora, serta pertahanan. National Academy of Sciences of Belarus memiliki minat besar bekerja sama dengan lembaga-lembaga iptek Indonesia, termasuk LIPI yang sudah terjalin sejak 2012,” kata Dubes Wahid.

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/

Author: 6ketr