Remdesivir: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll

Remdesivir: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll

Menghadapi wabah Coronavirus baru (COVID-19), Gilead Science dan otoritas kesegaran international sedang meneliti potensi senyawa remdesivir sebagai obat COVID-19. Ketahui remdesivir obat apa, fungsi, langkah kerja, aturan pakai, dll.

Rangkuman Informasi Obat Remdesivir
Berikut ini adalah Info lazim berkenaan obat ini:

Nama Obat Remdesivir
Kandungan Obat Remdesivir
Kelas Obat Agen antivirus
Kategori Obat resep
Manfaat Obat Mengatasi infeksi virus Corona (Dalam eksperimen yang masih berlanjut)
Kontraindikasi Masih dalam penelitian
Sediaan Obat Injeksi atau suntikan
Harga Obat Belum diketahui
Obat ini masih dalam penelitian hingga sekarang, jadi belum diproduksi untuk kebutuhan pengobatan gejala Coronavirus atau virus lainnya.

Remdesivir Obat Apa?
Remdesivir adalah obat yang dipercayai sanggup mengatasi wabah virus Corona yang sedang melanda seluruh dunia kala ini, tetapi penelitian berkenaan obat ini masih dikembangkan oleh perusahaan farmasi Amerika Serikat yaitu Gilead Sciences Inc di bawah pengawasan otoritas kesegaran international juga Food and Drug Administration (FDA) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Remdesivir (RDV) adalah sintesis obat yang juga dalam kelas antivirus spektrum luas. Kandungannya punya molekul yang serupa bersama pasangan basa DNA. Obat ini bukanlah takaran baru, pernah diteliti kala wabah MERS (2012) dan SARS (2020) yang juga disebabkan oleh Coronavirus menyerang dunia, dan juga wabah Ebola (2014).

Data terbatas mengenai remdesivir dalam mengatasi MERS dan SARS sesudah itu dikaitkan bersama potensi obat ini untuk mengatasi wabah COVID-19. Saat ini, Obat ini juga dalam obat eksperimental yang tidak punya keamanan atau kemanjuran untuk pengobatan kondisi apapun dan juga belum disetujui oleh otoritas kesegaran dan obat manapun.

Fungsi Obat Remdesivir
Saat ini, Gilead Science bekerja serupa bersama otoritas kesegaran international untuk laksanakan eksperimen berasal dari senyawa antivirus ini untuk mengatasi wabah virus Corona.

Senyawa ini dianggap jadi takaran yang paling dekat dan berpotensi untuk mengatasi wabah COVID-19. Hal ini diputuskan berdasarkan epidemi historis Ebola, SARS, dan MERS, meskipun pemanfaatan obat ini memetik hasil yang mengecewakan dalam mengatasi ketiga wabah tersebut.

Walaupun demikian, senyawa ini diharapkan sanggup jadi obat antivirus yang efisien menunjang pasien di beragam negara untuk memerangi COVID-19.

Berikut ini perkembangan berkenaan penelitian senyawa remdesivir dan COVID-19:

Per 26 Maret 2020:

Terdapat 4 uji cobalah cobalah di A.S.
Dua uji cobalah China diharapkan selesai terhadap awal April.
Terdapat lebih kurang 2-3 uji cobalah Eropa bersama senyawa antivirus ini sebagai pembanding, yang bermakna senyawa ini adalah salah satu obat yang mereka uji dalam uji cobalah multi-obat
Selain itu, terkandung 1 uji cobalah di China untuk gejala COVID-19 yang kronis dan 1 uji cobalah untuk gejala COVID-19 yang gampang hingga sedang. Semua knowledge penelitian berikut bakal dihimpun dan dianalisis. Para ilmuwan sedang bekerja keras dan memerlukan sedikit kala untuk menelitinya bersama tepat.

Penelitian berikut juga didukung oleh U.S. Food and Drug Administration (FDA), Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Department of Health and Human Services (DHHS), National Institute of Allergies and Infectious Diseases (NIAID), Department of Defense (DoD), CBRN Medical, China CDC and National Medical Product Administration (NMPA), World Health Organization (WHO), dan ilmuwan di Eropa dan Asia.

Peringatan Obat Remdesivir
Senyawa antivirus ini masih dalam eksperimen pengobatan potensial untuk COVID-19 yang dikerjakan di China dan Amerika Serikat. Obat ini serupa sekali belum mendapat lisensi atau disetujui pihak manapun secara international gara-gara belum terbukti aman dan efisien untuk pengobatan infeksi atau penyakit apapun.

nteraksi Obat Remdesivir
Berdasarkan penelitian yang masih dikembangkan, senyawa ini mungkin tidak berpengaruh terhadap efektivitas obat lain yang Anda minum di kala yang sama. Sebaliknya, obat lain yang Anda pakai sejalan mungkin bakal mengakibatkan hubungan terhadap senyawa antivirus ini.

Obat-obatan lain layaknya antibiotik Clarithromycin dan Rifampin mungkin bakal tingkatkan takaran senyawa antivirus ini di aliran darah atau mungkin menurunkannya.

Efek Samping Remdesivir
Efek samping obat antivirus yang umum, termasuk:

Mual
Muntah
Pada uji cobalah yang dikerjakan di era wabah Ebola di tahun 2014, senyawa ini mengakibatkan dampak samping layaknya peningkatan takaran enzim hati yang mungkin atau mungkin tidak mengindikasikan kerusakan hati. Sementara dalam penelitian obat COVID-19, peningkatan serupa terhadap enzim hati berlangsung terhadap tiga pasien di Amerika Serikat.

Dosis Obat Remdesivir
Umumnya, obat antivirus diberikan dalam bentuk injeksi atau suntikan. Belum tersedia Info berkenaan dosis obat ini gara-gara penggunaannya belum disetujui oleh FDA. Senyawa ini masih dalam penelitian dan eksperimen yang juga dikerjakan terhadap hewan layaknya tikus dan kera.

Dalam perkembangan terbaru, Gilead Science sedang dalam sistem transisi untuk memperluas akses obat remdesivir berkenaan uji klinis. Permintaan darurat untuk obat ini hanya bakal dipertimbangkan andaikan pendaftaran dalam uji klinis bukanlah pilihan terbaik. Sejauh ini, permohonan untuk pemanfaatan individu untuk obat ini terlalu tinggi dan mungkin bakal diusahakan untuk ibu hamil dan anak-anak di bawah umur 18 tahun.

Seluruh ilmuwan di seluruh dunia sudah bekerja terlalu keras untuk mendapatkan obat atau vaksin virus Corona. Semoga obat untuk melawan wabah virus Corona langsung ditemukan. Ketahui lebih lanjut mengenai COVID-19 di sini.

Artike lainnya : https://penjaskes.co.id/10-teknik-dasar-sepak-bola/

Baca Juga :

Author: 6ketr