Perkembangan Bahasa Indonesia

Perkembangan Bahasa Indonesia

Perkembangan Bahasa Indonesia

Perkembangan Bahasa Indonesia
Perkembangan Bahasa Indonesia

Perkembangan Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia saat ini mulai digunakan oleh banyak orang dari negara yang berbeda. Hal tersebut mencerminkan bahwa bahasa Indonesia telah banyak dipelajari dan mudah dimengerti mengingat pola atau susunannya yang tetap (S+P+O) dan pelafalan atau pengucapan yang sama dengan penulisannya, tidak seperti beberapa bahasa internasional yang polanya dibolak-balik dan pelafalannya pun berbeda dengan penulisannya. Akan tetapi dari masyarakat Indonesia sendiri, mereka masih menggunakan bahasa Indonesia yang bercampur dengan bahasa daerah ataupun bahasa gaul dan sebagainya, sehingga bahasa Indonesia yang telah ditetapkan sesuai EYD masih belum dapat terlihat di kehidupan sehari-hari. Ditambah dengan menggunakan bahasa Indonesia yang bercampur bahasa lain itu mempunyai pengucapan yang sering kali lebih singkat dan tidak membutuhkan banyak kata-kata.

Bahasa internasional juga mulai digabung dengan bahasa Indonesia saat berbicara. Mungkin karena anggapan bahwa bahasa internasional ataupun bahasa asing lebih bergengsi dan lebih terpakai dimana-mana sehingga seringkali dicampur aduk kan dengan bahasa Indonesia. Padahal masyarakat selain masyarakat Indonesia malah ingin belajar dan bisa bahasa Indonesia. Sering ditemui warga asing yang berwisata atau berada di Indonesia dapat berbicara bahasa Indonesia.

Hal-hal yang telah disebutkan diatas juga dapat terlihat pada media-media lain, tak hanya dalam bentukan kata, kesalahan logika pun masih sering terjadi dalam penggunaan bahasa di media. Seorang pemandu acara TV, misalnya, tak jarang menggunakan tuturan: “Kepada Bapak …. waktu dan tempat kami persilakan …” yang seharusnya akan lebih efektif dan masuk akal jika diganti menjadi “Bapak …. kami persilakan untuk menyampaikan sambutan”. Bukankah yang dipersilakan untuk berbicara itu orangnya, bukan waktu dan tempatnya?

Lalu para pemimpin atau golongan atas yang juga menggunakan bahasa campuran Indonesia, hal ini mempengaruhi golongan dibawah mereka juga karena sudah pasti para pemimpin dianggap sebagai sosok yang patut dijadikan panutan oleh masyarakat. Jika pemimpin dan golongan atas mencontohkan hal-hal yang tidak baik, maka masyarakat pun akan mengikutinya karena mereka menganggap apa yang dilakukan pemimpin mereka itu benar.

Bahasa merupakan alat komunikasi yang mempersatukan banyak orang, oleh karena itu kita tidak boleh melupakan bahasa ibu kita hanya karena kita menganggap bahasa lain lebih bagus dan diakui. Bahasa kita sendiri yakni bahasa Indonesia pun telah diakui dimana-mana dan terbukti digunakan oleh banyak warga asing. Dari beberapa penuturan warga asing tersebut, bahasa Indonesia yang mereka pelajari sebagian besar diajarkan oleh warga Indonesia yang berada di Negara mereka dan bukan karena mereka mengikuti kursus bahasa, sehingga mereka lebih cepat mengerti dan menggunakannya dengan baik pula.

Baca Juga :

Author: 6ketr