Pendidikan Mitigasi Bencana Diintergrasikan dengan Program PPK

Pendidikan Mitigasi Bencana Diintergrasikan dengan Program PPK

Pendidikan Mitigasi Bencana Diintergrasikan dengan Program PPK

Pendidikan Mitigasi Bencana Diintergrasikan dengan Program PPK
Pendidikan Mitigasi Bencana Diintergrasikan dengan Program PPK

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyiapkan modul pendidikan

mitigasi bencana yang akan diintergrasikan dalam program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Hal ini mempertegas bahwa pendidikan mitigasi bencana tidak akan menjadi satu mata pelajaran khusus.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menegaskan, pendidikan ketahanan bencana yang dimasukkan ke dalam kurikulum tidak berupa mata pelajaran khusus. Pelajaran khusus tersebut dapat diberikan tidak hanya melalui intrakurikuler, tetapi juga melalui kokurikuler dan ekstrakurikuler.

“Nanti satu paket di dalam Penguatan Pendidikan Karakter, dan masih terbuka

kalau ada hal tertentu yang masih harus masuk, akan kita masukkan. Kita usahakan mulai tahun ajaran 2019. Tetapi ini bukan mata pelajaran, tetapi tema-tema yang terintegrasi” ujar Mendikbud seperti dikutip dari kemdikbud.go.id pada Kamis (3/1/2019).

Mendikbud  mengatakan salah satu tujuan penerapan pendidikan mitigasi bencana dalam PPK adalah untuk membekali siswa agar mereka memiliki pengetahuan dan kecakapan hidup untuk menjadi warga negara yang baik. Salah satunya pendidikan ketahanan bencana.

Secara teknis, materi pendidikan ketahanan bencana akan disesuikan

dengan tingkatan dan jenjang pendidikan. Proses pembelajaran pun akan dikemas dengan lebih santai. Kemdikbud memberikan keleluasaan kepada guru yang mengajar untuk memberikan pembelajaran dengan luwes.

“Guru diberikan keleluasaan untuk mengatur jam belajar lebih luwes. Sehingga penguatan pendidikan karakter yang salah satu paketnya adalah memberikan informasi dan kecakapan hidup tertentu itu dapat berjalan,” tuturnya.

Pendidikan terkait ketahanan terhadap bencana membutuhkan keterlibatan semua pihak, baik sekolah, orang tua, masyarakat, maupun kementerian/lembaga lain. Sebelumnya Kemendikbud sudah bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam penyusunan modul dan pemberian pelatihan kecakapan hidup. Selain pendidikan mitigasi bencana, Kemendikbud menyiapkan empat modul lainnya yang juga akan diintergrasikan dalam program, yaitu modul tentang bahaya narkoba, menangkal radikalisme, kesadaran hukum berlalu lintas, danpendidikan antikorupsi.***

 

Sumber :

https://nashatakram.net/fardu-rukun-shalat/

 

Author: 6ketr