Ciri – Ciri Etos Kerja Muslim

Ciri – Ciri Etos Kerja Muslim

Ciri – Ciri Etos Kerja Muslim

Ciri – Ciri Etos Kerja Muslim
Ciri – Ciri Etos Kerja Muslim

Ciri – ciri orang yang mempunyai dan menghayati etos kerja akan tampak dalam sikap dan tigkah lakunya yang dilandaskan pada suatu keyakinan yang sangat mendalam bahwa bekerja itu merupakan bentuk ibadah, suatu panggilan dan perintah Allah yang akan memuliakan dirinya, memanusiakan dirinya sebagai bagian dari manusia pilihan.

  1. Memiliki jiwa kepemimpinan ( leadership )

Memimpin berarti mengambil peran secara aktif untuk mempengaruhi orang lain, agar orang lain tersebut dapat berbuat sesuai dengan keinginannya. Sebagai seorang muslim, kita dituntut untuk memiliki kepemimpinan Islam sudah barang tentu seluruh peranan dirinya merupakan bayang – bayang dari kehendak Allah sehingga keputusan dirinya mampu mempengaruhi orang lain, lingkungan, dan ruang serta waktu dengan nilai tauhid. Semangat dan rasa kepemimpinan harus sejak dini ditanamkan di kalangan keluarga muslim agar menjadi generasi yang kuat.

  1. Selalu berhitung

Rasulullah pernah bersabda, bekerjalah untuk duniamu, seakan – akan engkau akan hidup selama – lamanya dan beribadahlah untuk akhirat seakan – akan engkau akan mati besok.

Setiap langkah dalam kehidupan seorang muslim harus selalu memperhitungkan segala aspek dan resikonya dan menggunakan perhitungan yang rasional, yaitu tidak percaya dengan takhayul. Komitmen pada janji dan disiplin pada waktu merupakan citra seorang muslim sejati.

  1. Menghargai waktu

Hal ini tercantum di dalam firman Allah, Q. S. Al Ashr : 1 – 3. Waktu bagi seorang muslim adalah rahmat yang tiada terhitung nilainya. Baginya pengertian terhadap makna waktu merupakan tanggung jawab yang sangat besar. Sebagai konsekuensi logisnya dia menjadikan waktu sebagai wadah produktivitas.

Setiap muslim harus berpegang kepada Al Qur’an dalam rangka untuk mempersiapkan diri menghadapi hari esok. Ajaran Islam adalah ajaran yang nyata, merupakan ayat – ayat amaliyah, suatu agama yang menuntut pengamalan ayat – ayat dalam bentuk perbuatan.

  1. Hidup hemat dan efisien

Seorang muslim mempunyai cara hidup yang sangat efisien di dalam mengelola sumber daya yang dimilikinya. Dia menjauhkan sikap yang tidak produktif dan mubadzir, karena kedua sikap tersebut dijauhi dalam Islam.

Dia berhemat bukan dikarenakan karena ingin menumpuk kekayaan, sehingga melahirkan sikap kikir. Tetapi berhemat dikarenakan bahwa tidak selamanya hidup itu berjalan mulus, sehingga berhemat berarti mengestimasikan apa yang akan terjadi di masa depan.

  1. Keinginan untuk mandiri

Sesungguhnya daya inovasi dan kreativitas hanya terdapat pada jiwa yang merdeka, sedangkan jiwa yang terjajah akan terpuruk, sehingga dia tidak pernah mampu mengolah kemampuan serta potensi dirinya secara optimal.

Semangat jihad ini melahirkan kebahagiaan untuk memperoleh hasil dan usaha atas karsa dan karya yang dihasilkan oleh dirinya sendiri. Kemandirian bagi dirinya adalah lambang perjuangan sebuah semangat jihad yang sangat berarti.

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

Author: 6ketr