4 BAHAYA KESEHATAN YANG MENGANCAM ORANG-ORANG RAJIN

4 BAHAYA KESEHATAN YANG MENGANCAM ORANG-ORANG RAJIN

Orang rajin adalah aset negara. Tanpa ada mereka, lomba cerdas detail dan olimpiade sepi peserta. Tapi mereka termasuk harus berhadapan bersama beraneka bahaya kebugaran yang mengancam. Betapa tegarnya mereka itu.

Orang rajin adalah spesies yang layak dikagumi. Mereka dapat meniadakan cobaan untuk scrolling timeline dan main Candy Crush demi menentukan studi dan baca buku. Terkadang, diajak nongkrong ke angkringan saja mereka bergeming. Belum lagi kegigihan ambisi mereka yang mengidamkan selamanya dapat nilai bagus, dapat IPK sempurna, wow sungguh, megesankan!

Untuk mempertahankan keberadaan mereka di masyarakat, saya mengidamkan beri tambahan peringatan dini tentang bahaya-bahaya kebugaran yang mereka akan alami. Terimalah sebentuk perhatian saya terhadap mereka.

Masuk angin

Penyakit yang nggak ada bahasa Inggrisnya ini kerap menjadi momok orang-orang rajin. Angin sesungguhnya begitu, selamanya pandang bulu jikalau rela menghinggapi orang, mereka menentukan yang rajin. Ketika orang-orang malas tengah rebahan di kasur, penampang tubuhnya lebih kebal kena angin gara-gara terlindungi selimut dan bantal. Sedangkan orang rajin, nggak barangkali kan gunakan tameng konsisten selagi tengah asyik menggambar lagi tabel periodik di meja belajarnya?

Maka dari itu, orang rajin harus amat menempatkan anemometer di rumahnya. Lho, seriusan. Anemometer mendukung memprediksi kecepatan angin supaya dapat sadar kapan angin begitu agresif berkunjung ke meja belajarnya.

Anxiety

Saya sadar betul bagaimana kecewanya memandang nilai yang nggak bagus-bagus amat padahal telah studi semalaman. Ketika itu rasanya semesta begitu tidak adil. Ciyeee, semesta. Oleh gara-gara itu wahai kawan-kawan rajinku, nggak usah spaneng di dalam menghadapi kenyataan. Kalau terus-terusan kecewa, dapat kena penyakit ngetren, yaitu anxiety. Meski menyerang mental, anxiety timbul dari kegelisahan yang menumpuk. Lihatlah kawan-kawan malas di seberang sana yang selamanya hura-hura biarpun IPK-nya di bawah 2.

*Terus anak rajin mikir, kok dapat ada orang IPK di bawah 2 masih dapat hura-hura?* *Anak rajin can’t relate*

Sakit jantung

Nggak bercanda, penyakit jantung sesungguhnya menyasar mereka yang rajin. Saking rajinnya bersih-bersih tempat tinggal hingga lupa tidur itu nggak baik. Saking rajinnya ngerjain PR teman sekelas hingga lupa tidur. Haaash.

Tahukah kalian bahwa tidur kurang dari lima jam sehari dapat menaikkan denyut jantung dan menaikkan risiko penyakit jantung? Tentu kalian tidak sadar makanya saya kasih sadar barusan.

Asam lambung

Bayangkan, apa yang orang rajin lakukan supaya selamanya terjaga selagi begadang mengerjakan skripsi? Kopi, teh, mi instan? Rumus sempurna untuk pelihara asam lambung.

Belum lagi jikalau anak rajin yang tidak mudah terpuaskan ini mengalami kegagalan dan stres. IPK sempurna tak dapat diraih, asam lambung tak dapat ditolak. Maka penting bagi mereka menyimpan obat-obatan pereda asam lambung yang naik.

Menjadi pemalas bukanlah sebuah pilihan bagi orang rajin. Maka lebih baik memperhatikan petunjuk kebugaran yang pas peranan bagi orang-orang yang pantang istirahat ini.

Sumber : https://penjaskes.co.id/

Baca Juga :

Author: 6ketr