Tanamkan Budaya Hidup Bersih Sejak Dini

Tanamkan Budaya Hidup Bersih Sejak Dini

Tanamkan Budaya Hidup Bersih Sejak Dini

Tanamkan Budaya Hidup Bersih Sejak Dini
Tanamkan Budaya Hidup Bersih Sejak Dini

Mengajarkan anak untuk hidup sehat

menyenangi kebersihan dan keserasian harus ditanamkan sejak dini. Kebiasaan hidup sehat ini akan membuat generasi penerus bangsa tetap sehat dan berprestasi.

Peningkatan prestasi belajar di sekolah tidak hanya dipengaruhi oleh bagaimana anak-anak giat belajar dan dapat memahami pelajaran di sekolah, tapi juga kondisi lingkungan sekolahnya yang mendukung. Lingkungan sekolah yang nyaman dan bersih dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, anak-anak menjadi lebih sehat dan dapat berpikir secara jernih.

 

Sekolah sebagai tempat belajar

tidak saja perlu memiliki lingkungan bersih dan sehat, yang mendukung berlangsungnya proses belajar dan mengajar yang baik. Namun, juga diharapkan mampu membentuk siswa yang memiliki derjat kesehatan yang lebih baik.

Sayangnya, budaya hidup bersih masayarakat di lingkungan sekolah masih rendah. Padahal, tulisan “ Jagalah Kebersihan Sekolah “ telah banyak terpampang di tiap sudut sekolah, namun tetap saja masih ada orang tua, guru, ataupun bahkan anak murid yang membuang sampah sembarangan.

 

Hal inilah yang menggugah keprihatinan banyak pihak

terutama kementrian pendidikan dan kebudayaan meminta kepada seluruh sekolah yang ada di Indonesia untuk menangani persoalan kebersihan di lingkungan sekolah atau pun di tingkat perguruan tinggi. Terlebih lagi, tahun ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mencanangkan Gerakan Nasional Bersih Negeriku (GNBN). Dimana gerakan tersebut dilakukan disejumlah titik area public, seperti pasar, pelabuhan, rumah sakit, dan sekolah.

Upaya membina, mengembangkan, dan meningkatkan kemampuan hidup sehat dan kesehatan bagi warga sekolah dilaksanakan melalui program pendidikan di sekolah dalam berbagai kegiatan intrakulikuler dan ekstrakulikuler, serta melalui upaya lainnya di luar sekolah yang dilakukan dalam rangka pembinaan dan pemeliharaan kesehatan warga sekolah dan sekitarnya.

Membiasakan budaya hidup bersih di rumah dan di sekolah bahkan di lingkungan perguruan tinggi harus dimulai sejak dini, sehingga anak-anak akan terbiasa menjaga lingkungannya tetap bersih dan kesehatanya tetap terjaga. Namun, menanamkan budaya bersih dalam hidup anak memang gampang-gampang susah, apalagi bila anak belum memahami betul keuntungan yang bisa dipetik dari pola hidup tersebut.

 

Guru bersama dengan orang tua harus memberikan teladan dalam membudayakan hidup bersih.

Anak perlu dibiasakan untuk melakukan hal-hal yang bisa diawali denag teladan dari orang tua. Beberapa cara untuk membiasakan anak untuk hidup bersih yakni mengajarkannya untuk selalu membuang sampah ke tempatnya dan mencuci tangan dengan sabun. Atau sebelum berangkat sekolah, membiasakan anak untuk mandi, mengenakan pakaian bersih dan rapi.

Penanaman budaya perilaku hidup bersih sehat sejak dini diyakini akan membawa pengaruh positip bagi internalisasi dan implementasi budaya kesehatan dengan pendekatan promotif di Indonesia.

Selain orang tua, yang bisa memberikan motivasi dan dorongan hidup bersih kepada anak adalah teman seumurannya atau teman sepermainannya. Karena itu, peran dari semua pihak sangat penting untuk memelihara kebersihan dalam lingkungan sekolah atau perguruan tinggi.

Untuk menggerakan budaya hidup bersih, harus ada kader-kader yang memulai untuk melakukan hal tersebut. Tidak hanya para siswa tetapi guru pun harus mengajarkan kepada semua siswa. Karena siswa itu akan melakukan budaya hidup bersih, jika guru ataupun kader-kader yang lain memulainya dan membiasakan hidup bersih. Kerena kita masih ingat selogan budaya hidup bersih yaitu “Kebersihan Pangkal Kesehatan“ yang sampai sekarang masih terpampang disetiap sudut sekolah ataupun tempat umum.

Generasi yang unggul dalam prestasi, cerdas dan berakhlak mulia akan tercipta hidup dalam lingkungan bersih dan sehat, baik di rumah ataupun di lingkungan sekolah itu sendiri.dengan lingkungan sekolah yang nyaman dan bersih akan mendukung tumbuh kembang para peserta didik secara optimal, mereka menjadi lebih sehat dan dapat berpikir secara jernih.

Sumber : http://carapengobatanalamiherbal.com/strategi-penerapan-pembelajaran-siswa-aktif-di-sekolah/

Author: 6ketr