Pengaruh Kondisi Sosial Dan Pengetahuan Lingkungan Ibu

Pengaruh Kondisi Sosial Dan Pengetahuan Lingkungan Ibu

Pengaruh Kondisi Sosial Dan Pengetahuan Lingkungan Ibu

Pengaruh Kondisi Sosial Dan Pengetahuan Lingkungan Ibu
Pengaruh Kondisi Sosial Dan Pengetahuan Lingkungan Ibu

Pengelolaan sampah rumah tangga

Dalam penelitian ini adalah kegiatan pemisahan, pemanfaatan, dan pemusnahan sampah rumah tangga yang bertujuan untuk menghilangkan atau paling tidak mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Menurut Saribanon E,.dkk (2007) keberlanjutan pengelolaan sampah memerlukan sistem yang efektif dalam mengatasi masalah lingkungan, menghasilkan secara ekonomi dan dapat diterima oleh masyarakat. Sebagian besar model pengelolaan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, hanya memperhatikan aspek ekonomi dan lingkungan, serta sangat sedikit mempertimbangkan aspek sosial, sehingga seringkali mengakibatkan implementasi model tersebut kurang berhasil.

 

Penelitian terhadap program pengelolaan sampah

Permukiman berbasis masyarakat yang telah berjalan di Taiwan, memperlihatkan bahwa perilaku masyarakat untuk mendaur ulang sampah dipengaruhi oleh sikap (attitude), norma subyektif (subjective norm) dan pengendalian perilaku (perceived behavioral control). Oleh karena itu, pendekatan secara multidimensional pada struktur keyakinan (belief) dalam masyarakat, sangat diperlukan untuk membentuk perilaku (behaviour) dalam pengelolaan sampah. Dalam penelitian ini peneliti mencoba meneliti dari aspek sosial yaitu mengenai kondisi sosial dan pengetahuan lingkungan masyarakat. Ibu rumah tangga dianggap memiliki hubungan langsung dan tanggungjawab yang lebih dalam pengelolaan sampah, maka dari itu penelitian ini terfokus pada kondisi sosial dan pengetahuan lingkungan yang dimiliki oleh ibu-ibu rumah tangga.

 

Ibu-ibu rumah tangga mengganggap bahwa masalah sampah sudah menjadi tanggup

jawab pemerintah karena mereka sudah memberikan retribusi sampah tiap bulannya. Seperti yang dikemukakan oleh Suparmoko (2000) bahwa faktor lain dari permasalahan pengelolaan sampah, adalah masyarakat masih cenderung menganggap bahwa pengelolaan sampah semata-mata merupakan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten. Sebagian ibu-ibu rumah tangga cara pengelolaan sampahnya masih sederhana, membuang sampah di lahan kosong di belakang rumah dan cara memusnahkan dengan membakarnya. Alasan mereka masih melakukan pengelolaan sampah yang masih sederhana karena mereka masih punya lahan untuk menampung sampah dan terlebih dengan cara seperti itu tidak adanya pungutan biaya dari pemerintah. Terdapat ibu-ibu rumah tangga cara pengelolaan sampahnya sangat baik, mereka sudah menerapkan program 3R karena bekal dari pengetahuan yang mereka dapat dari PKK Kabupaten Musi rawas.

 

Meningkatnya cara pengelolaan sampah rumah tangga

Disebabkan oleh tingginya tingkat pengetahuan lingkungan, tingkat pendidikan, adanya pekerjaan, banyaknya media informasi, dan aktifnya di organisasi sosial dari Ibu-ibu rumah tangga. Penelitian ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh Slamet (2002) bahwa sampah baik kualitas maupun kuantitasnya sangat dipengaruhi oleh berbagai kegiatan dan taraf hidup masyarakat dan beberapa faktor penting antara lain adalah tingkat pengetahuan, keadaan sosial ekonomi, jumlah penduduk dan kemajuan teknologi. Demikian pula yang dikemukakan oleh Wignyosoebroto (dalam Feliana, 2001) bahwa dengan melihat karakteristik masyarakat kota yang plural, maka pendekatan sosial dan pendekatan ekonomi merupakan pendekatan yang cocok diintensifkan untuk menangani masalah sampah

KesimpulanBerdasarkan hasil pembahasan diatas maka dapat dibuat beberapa kesimpulan sebagai berikut:

Perlu adanya penelitian lebih lanjut dalam tentang pengaruh apa saja yang dapat mempengaruhi dalam hal pengelolaan sampah

 

Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan, maka terdapat beberapa saran agar cara pengelolaan sampah menjadi baik yaitu dengan cara:

  1. Perlu adanya keterlibatan dari semua pihak dalam penanganan sampah di Kecamatan Tugumulyo kabupaten Musi Rawas, untuk mencapai tujuan lingkungan dan masyarakat yang sehat. Masyarakat harus berpartisipasi dan mau merubah sikap untuk membantu mulai dari mengurangi volume sampah, perbaikan kualitas sampah, membuang sampah pada tempatnya, sampai memusnahkan sampah.
  2. Kepada Dinas Kebersihan dan Pertamanan, bahwa untuk meningkatkan pengetahuan tentang lingkungan perlu pemberian tuntunan dan panduan sebagai pemberi informasi kepada Ibu-ibu rumah tangga.
  3. Pemerintah Kabupaten sebaiknya memprioritaskan perlunya memberikan pendidikan khususnya dalam bentuk penyuluhan kepada Ibu-ibu rumah tangga tentang cara pengelolaan sampah rumah tangga, khususnya tentang cara pemisahan, pemanfaatan dan pemusnahan sampah rumah tangga.
  4. Mengefektifkan pemberitaan di media lokal sebagai sarana pendidikan kepada masyarakat dengan jalan memuat berita-berita tentang kebersihan lingkungan dan pemberian informasi secara terpadu melaui brosur-brosur tentang cara-cara praktis untuk menangangi masalah sampah.

Baca Juga : 

Author: 6ketr