Mengenal Karakteristik dan Langkah Berpikir Kritis

Mengenal Karakteristik dan Langkah Berpikir Kritis

Mengenal Karakteristik dan Langkah Berpikir Kritis

Mengenal Karakteristik dan Langkah Berpikir Kritis
Mengenal Karakteristik dan Langkah Berpikir Kritis
  1. Karakteristik  Berpikir Kritis

Berpikir kritis mencakup seluruh proses mendapatkan, membandingkan, menganalisa, mengevaluasi, internalisasi dan bertindak melampaui ilmu pengetahuan dan nilai-nilai. Berpikir kritis bukan sekedar berpikir logis sebab berpikir kritis harus memiliki keyakinan dalam nilai-nilai, dasar pemikiran dan percaya sebelum didapatkan alasan yang logis dari padanya.

Wade (1995) mengidentifikasi delapan karakteristik berpikir kritis,(Supraptojiel.(2005).ThinkingSkill.http://researchengines.com/1007arief3.html. diakses pada tanggal 30 maret 2011) yakni meliputi:

  1. Kegiatan merumuskan pertanyaan,
  2.  Membatasi permasalahan
  3. Menguji data-data
  4. Menganalisis berbagai pendapat dan bias
  5. Menghindari pertimbangan yang sangat emosional,
  6.  Menghindari penyederhanaan berlebihan,
  7.  Mempertimbangkan berbagai interpretasi, dan
  8.  Mentoleransi ambiguitas.
  1. Langkah – Langkah Berpikir Kritis

langkah-langkah berpikir kritis  sebagai berikut:

1)      Pahami dengan seksama pernyataan yang ada

2)      Cermati maksud di balik pernyataan (sekedar informasi, mempengaruhi sikap, ajakan dll)

3)      Cermati alasan yang diajukan untuk mendukung pernyataan. (gunakan logika)

4)       Cermati alasan dengan mengklasifikasikan alasan itu ke dalam: fakta, penafsiran, keinginan,atau kesimpulan ahli atau bahkan mungkin ajaran agama.

5)      Ambil keputusan, setelah menjalani proses-proses di atas silakan ambil keputusan terima atau tolak, setuju atau tidak setuju. Selalu ada pilihan, dan anda merdeka untuk memilih yang anda mau, tentu dengan resiko yang anda perhitungkan.

   The Statewide History-social science Assesment Advisory commitee (Kneedler dalam L. Costa,1985) mengemukakan bahwa langkah berpikir kritis itu dapat dikelompokkan menjadi tiga langkah (Primadi Iman nurcahyo. (2005).

  1. Mengenali masalah (defining and clarifying problem)
  2. Mengidentifikasi isu-isu atau permasalahan pokok.
  3. Membandingkan kesamaan dan perbedaan-perbedaan.
  4. Memilih informasi yang relevan.
  5. merumuskan/memformulasi masalah.
  6. Menilai informasi yang relevan
  7. Menyeleksi fakta, opini, hasil nalar /judgment.
  8. Mengecek konsistensi.
  9. Mengidentifikasi asumsi.
  10. Mengenali kemungkinan faktor stereotip.
  11. Mengenali kemungkinan bias, emosi, propaganda, salah penafsiran kalimat (semantic slanting).
  12. Mengenali kemungkinan perbedaan orientasi nilai dan ideologi.
  13. Pemecahan Masalah/ Penarikan kesimpulan
  14. Mengenali data-data yang diperlukan dan cukup tidaknya data.
  15. Meramalkan konsekuensi yang mungkin terjadi dari keputusan atau pemecahan masalah atau kesimpulan yang diambil.


(Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/)

Author: 6ketr