Macet dan Banjir di Bandung Harus Diatasi 2017

Macet dan Banjir di Bandung Harus Diatasi 2017

Macet dan Banjir di Bandung Harus Diatasi 2017

Macet dan Banjir di Bandung Harus Diatasi 2017
Macet dan Banjir di Bandung Harus Diatasi 2017

BANDUNG-Tahun keempat memimpin Bandung, Walikota Bandung Ridwan

Kamil harus mampu mengatasi kemacetan. Namun berdasarkan survei, masyarakat masih pesimis kemacetan dapat diselesaikan.

Menurut Ketua Lembaga Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) Tonny Judiantono, masyarakat banyak yang pesimis Emil bisa menyelesaikan masalah kemacetan di Kota Bandung. Hal tersebut disampaikan dalam Diskusi dan Konferensi Pers Refleksi Kinerja Pemkot Bandung 2016 di LPPM Universitas Kebangsaan, Bandung, (5/1).

Hal tersebut, diketahui berdasarkan hasil survei Pusat

Penelitian Kebijakan Publik dan Pengabdian Masyarakat (PPKPPM) LPPM Universitas Kebangsaan (UNIK) pada 1-10 Desember 2016 lalu. Jumlah responden yang disurvei, sebanyak 400 responden dengan metode sampling multi stage random. Wawancara sendiri dilakukan tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Hasilnya, sekitar 48,2% masyarakat menilai Emil tak mampu menyelesaikan kemacetan.

Dari hasil survei tersebut, kata Tonny, Pemkot Bandung harus berbenah infrastruktur penanganan banjir dan kemacetan. Saat ini, infrastruktur transportasi Bandung belum siap.

“Persoalan utama, jaringan jalan di Bandung

pendek-pendek. Harus ada sistem yang berpihak pada angkutan publik,” katanya.

Berdasarkan hasil survei, kata dia, masyarakat menilai ada dua masalah yang paling penting diselesaikan di Kota Bandung. Yakni, banjir di jalan raya pada saat hujan sebanyak 28,6% dan kemacetan di jalan 25,5%.

“Saat dilakukan survei, publik menilai bahwa masalah paling penting yaitu banjir dan kemacetan,” kata Tonny. jo

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/147702875/sejarah-bpupki/

Author: 6ketr