Ingin Menjadi Penulis? Nih Saran dari Sastrawan Taufik Ismail

Ingin Menjadi Penulis Nih Saran dari Sastrawan Taufik Ismail

Ingin Menjadi Penulis? Nih Saran dari Sastrawan Taufik Ismail

Ingin Menjadi Penulis Nih Saran dari Sastrawan Taufik Ismail
Ingin Menjadi Penulis Nih Saran dari Sastrawan Taufik Ismail

Dalam kedatangan Taufiq Ismail di KBRI Seoul, Korea Selatan pada Minggu

(21/10) lalu, sastrawan Indonesia itu menyoroti rendahnya budaya baca masyarakat Indonesia.

Taufiq sangat prihatin dengan keadaan anak-anak Indonesia saat ini yang kurang membaca. Bahkan kurikulum membaca pun sudah sangat berkurang.

Bila dibandingkan dengan negara lain, Indonesia sangat tertinggal dalam hal tugas membaca buku. Padahal, membaca buku itu tidak hanya sekadar membaca, tetapi juga dapat melatih kita untuk terus kreatif serta ingin tahu.

Taufiq Ismail lalu membacakan data-data mencengangkan mengenai kurangnya

budaya membaca di Indonesia, bahkan di kurikulum Indonesia. ’’Tidak memungkiri jika saat ini teknologi sudah semakin canggih sehingga buku-buku karangan Marah Roesli, Merari Siregar, Abdul Muis, Hamka, dan Sutan Takdir Alisjahbana, sulit dipahami bagi pemuda zaman kini,’’ papar Taufiq pada para pelajar Indonesia di Korea Selatan tersebut.

Bahkan jika ada tugas tentang itu, mereka hanya tinggal membuka internet untuk membaca ringkasannya. Ironisnya, esensi dari buku tersebut tidak tersampaikan. Oleh karena itu, sastrawan Indonesia termasuk Taufiq terus mengajukan proposal ke pemerintahan Indonesia agar budaya membaca terus ditingkatkan.

’’Apabila kamu suka menulis, dan tiba-tiba punya ide ketika sedang sibuk, jangan ditunda,

tapi tulislah. Menulis bisa di mana saja. Tidak selalu harus di buku. Tulis Ide-idemu di mana saja. Jangan menunggu nanti. Biar tidak lupa,” ujar Taufik kepada hadirin.

Sebelum acara berakhir, Taufiq Ismail pun membacakan beberapa puisi beliau. Puisi pertama dibuat untuk Ibu Ati yang telah menemaninya berpuluh-puluh tahun lamanya. Kemudian disusul puisi tentang Ibu yang peserta mengharu biru serta beberapa puisi lainnya.

Taufiq Ismail berjuang lewat tulisannya, lewat puisinya, lewat kata-katanya. Dari sanalah beliau mengajarkan arti perjuangan, persahabatan, keluarga, cinta, dan kehidupan. Pepatah mengatakan bahwa kata-kata itu ibarat pedang yang siap mengiris manusia jadi dua. (*)

 

Baca Juga :

 

 

Author: 6ketr